Film Animasi Terbaik

  • Adit Sopo Jarwo : Eyang Datang Semua Senang

    poster-asj-season-2-small

    Pagi itu di warung Kang Ujang begitu ramai, Adit, Dennis, Mitha dan kawan-kawan membantu kang Ujang yang memang sedang kewalahan, pengunjung berebutan ingin didahulukan tapi Kang Ujang cuma sendiri, untung anak-anak dengan gesitnya membantu kang Ujang hingga semua permasalahan selesai dikerjakan. Dennis tiba tiba ingin pulang, ternyata dia ada urusan, tapi Adit melarang karena sebenernya pekerjaan di Kang Ujang belum selesai semua, Dennis seperti ada yang disembunyikan, eh tiba-tiba sebuah mobil yang tidak biasa lewat Kampung Karet Berkah muncul, turun sesosok pria yang sudah dikenal, Dennis tiba tiba merangsek dan memeluk pria itu, ternyata pria itu eyang Habibie.

    Singkat cerita, eyang Habibie pun bercerita tentang bagaimana dia bisa dikirim ke Jerman,
    dan bagaimana kehidupan eyang Habibie pada saat muda di sana, semua diceritakan oleh Eyang, termasuk bagaimana kecintaan Eyang terhadap dunia dirgantara dan pesawat terbang.

    Dan kini Eyang Habibie sudah ada di hadapan Adit dan Dennis, dia pun menitipkan masa depan Indonesia pada umumnya dan dunia dirgantara pada khususnya kepada generasi penerus bangsa yaitu, Adit, Dennis dan kawan-kawannya

    >> Informasi Lebih | Trailer
  • Adit Sopo Jarwo : Festival Perahu Kertas Berlayar Tanpa Batas

    poster-asj-season-2-small

    Kampung Karet Berkah akhirnya menyelenggarakan sebuah festival yang melibatkan sungai yang membelah Kampung Karet Berkah, Haji Udin dan Baba Chang sangat bersemangat dengan festival ini. Akhirnya, kelompoknya Adit memutuskan untuk membuat kapal phinisi, kapal phinisi memang sarat dengan semangat perjuangan nenek moyang kita dalam mengarungi lautan di Indonesia bahkan samudra di dunia, dan bahkan kapal phinisi pun pernah memecahkan rekor dunia untuk perahu yang terbuat dari kayu yang dapat mengelilingi dunia.

    Gotong royong pun dimulai untuk membuat perahu phinisi dari kertas, Adit dan beberapa dan beberapa anak yang lain mengumpulkan kardus, ada yang mengumpulkan kain, dan lain-lain. Jarwo dan Dennis memotong kardus sesuai ukuran dan mempersiapkan bahan-bahan yang lain untuk ditempel. Setelah berjuang sekian lama, maka jadilah perahu kertas phinis yang kokoh, mereka kemudian menaiki perahunya dan berlayar di sungai, para penonton bersorak gembira, namun ada satu keajiban yang dimiliki oleh Adit Sopo Jarwo, mereka tidak hanya berlayar di sungai, tapi akhirnya mereka mengarungi lautan indah dengan gagahnya menggunakan kapal phinisi buatan mereka.

    >> Informasi Lebih | Trailer
  • Ang

    poster-final

    Rian dan ayahnya, Apak, tinggal di sebuah daerah yang selalu merayakan Festival Lentera (15 hari setelah Imlek) dengan meriah. Apak akan selalu menemani Rian yang masih kecil untuk membawa lentera dan mengelilingi komplek perumahan. Tradisi ini adalah rutunitas mereka berdua setiap tahunnya.

    Seiring Rian bertambah dewasa, tradisi lentera ini mulai ditinggalkan dan dekorasi Imlek pun sudah semakin berkurang. Rian yang baru kehilangan Apak bertekad untuk menghidupkan kembali semangat Imlek dengan menaruh semua lentera di semua rumah di komplek perumahannnya sebagai penghormatan terakhir untuk Apak, ayahnya.

    >> Informasi Lebih | Trailer
  • Reform

    Print

    Terdapatlah sebuah desa kecil di mana masyarakatnya tinggal dalam kemiskinan namun mereka tetap terlihat segar bugar. Hingga suatu hari datanglah orang-orang berdasi yang berusaha meyakinkan para masyarakat itu untuk mempercayakan cairan hati mereka yang merupakan sumber kehidupan mereka demi kehidupan yang lebih baik. Tidak lama kemudian, para masyarakat pun menuangkan cairan hati mereka yang berharga itu pada sebuah container yang telah disediakan. Mereka mempercayakan cairan hari mereka dengan harapan sebuah reformasi.

    >> Informasi Lebih | Trailer
  • Surat Untuk Jakarta

    poster_surat-untuk-jakarta

    Surat untuk Jakarta adalah sebuah ode untuk kota yang selalu berhasil menuai rindu meski tidak sedikit yang mencacinya.

    >> Informasi Lebih | Trailer