Film Dokumenter Pendek Terbaik

  • 1.880 Mdpl

    1880-mdpl

    Perjuangan petani kopi di dataran tinggi Gayo yang memiliki tanah tidak subur menyebabkan kopi tidak produktif yang berakibat pada perekonomian mereka, sehingga memaksa mereka untuk membuka lahan baru di hutan.

    >> Informasi Lebih | Trailer
  • Di Kaliurang

    di-kaliurang

    Campur aduknya rasa yang jarang disadari ketika kita berada di Kaliurang. Ditunjukkan melalui penggabungan antara bangunan beserta penjaganya, orang sekitar yang tinggal disana, interpretasi sejarah lisan dan tertulis, foto-foto lama, karya sastra, observasi dan narasi sebagai langkah penting untuk membicarakan kembali konsep budaya pariwisata yang lebih reflektif.

    >> Informasi Lebih | Trailer
  • Mama Amamapare

    mama-amamapare

    Partisipasi Mama Yakoba sebagai dukun bayi di kampung Amamapare di Mimika-Papua. Dalam pelayanannya Mama Yakoba tetap mencari nafkah dengan mencari karaka. Sulitnya akses transportasi, bahan makan dan air bersih, membuat pelayanan medis di Puskesmas Pembantu Kampung Amamapare menjadi sangat terbatas.

    Para tenaga medis yang ditugaskan menjadi sulit melaksanakan tugasnya karena minimnya fasilitas yang disediakan. Hal-hal ini membuat masyarakat lebih mempercayai dukun bayi (Mama Yakoba) dari para tenaga medis yang dihadirkan pemerintah, dan memilih Mama Yakoba dan kawan-kawan untuk membatu persalinan mereka dengan cara-cara tradisional.
    Kehadiran para dukun kampung digambarkan dari sosok Mama Yakoba dalam membantu suksesnya persalinan yang aman dan selamat dengan cara-cara yang sederhana

    >> Informasi Lebih | Trailer
  • Tarung

    poster-tarung-01

    Sejak awal tahun 1960-an sekelompok seniman muda terdorong untuk mendukung kebijakan politik Presiden Soekarno dengan membentuk sebuah sanggar yang dinamakan Bumi Tarung. Tragedi ‘65 membuat seluruh anggotanya dipenjara bahkan ada yang dibunuh.

    Setelah Orde Baru tumbang dan kebebasan berangsur pulih, mereka mencoba berkarya kembali, namun sepertinya pertarungan belum akan usai.

    >> Informasi Lebih | Trailer
  • Wasis

    wasis

    Wasis, 78 tahun, Pencetus Jam Belajar Masyarakat di Jogyakarta berpendapat bahwa reformasi membuat program tersebut mati suri.

    Tahun 2014, setelah program JMB resmi digulirkan kembali oleh pemerintah. Wasis bersemangat membantu sosialisasi ke kampung-kampung.Sosialisasi mengingatkan kembali cara-cara yang otoritatif, formal dan simbolis. Ini adalah dialog generasi tentang orde baru dan beberapa upaya menghadirkannya lagi.

    >> Informasi Lebih | Trailer